fbpx

September ceria……la…….laa……laaaa…….

Seperti batch sebelumnya, siswa-siswa di Batch September ini juga berasal dari berbagi provinsi, seperti Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, dan Sumatera Barat sendiri. Karena keberagaman tersebut, banyak cerita yang dapat mereka bagi selama proses belajar di Harau Valley English School. Ada beragam alasan yang mereka utarakan kenapa mereka harus mengambil les Bahasa Inggris lagi setelah menamatkan sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Namun, hal yang paling menggembirakan adalah tujuan mereka semua itu untuk memperkaya kemampuan diri. Yups, investasi terbaik terletak pada diri sendiri. You have chosen the best path, guys!

Batch September adalah manusia-manusia the best yang bisa dijadikan partner jalan-jalan. Setiap weekend mereka pasti telah punya rencana untuk jalan-jalan. Boleh lah sebagai apresiasi terhadap diri sendiri karena telah belajar selama lima hari berturut-turut. Kira-kira Batch September ngapain aja ya selama sebulan ini.

Fun Learning

Fun Learning
Salah satu kegiatan fun learning yang ada di Harau Valley English School

Banyak keluhan dari siswa bahwa proses pembelajaran di sekolah selama ini kurang intensif dan efektif. Pada dasarnya sekolah hanya menargetkan siswanya untuk dapat menyelasaikan soal-soal saat ujian semester maupun ujian kelulusan. Padahal, yang siswa butuhkan tidak hanya sekadar itu. Siswa juga butuh bisa berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Kenapa demikian? Yups. Tuntutan zaman sekarang memang seperti itu Kaka. English offers you opportunities in every sector.

Metode pembelajaran di Harau Valley English School dapat dikatakan sangat berbeda dengan lembaga les Bahasa Inggris lainnya. Kita menerapkan sistem full day school, mulai belajar pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Oh my god. Selama itu? Ngapain aja? Seriusan itu fun?

Jagung, Susu, dan Keju
Jika suntuk dan kantuk menghampiri, lari-larian di sawah-sawah di sekitar sekolah juga boleh, ya!

Tentu. Kami menyesuaikan pembagain waktu belajar sesuai dengan mood siswanya. Baik ya Harau Valley English School, belajar aja ngikutin mood siswanya. Di sini, kami tidak akan memaksakan siswa untuk belajar keras bagai kuda tapi dengan metode pembelajaran yang menyenangkan. Kami menerapkan sistem pembelajaran yang Sersan (Serius tapi santai). Setiap harinya, bakalan ada game yang berbeda yang akan menunjang kemampuan siswa untuk memperkaya jumlah vocabulary-nya, memperbaiki cara pelafalan kata dalam Bahasa Inggris, dan memperbanyak jumlah expression. You know lah yakan kalau orang-orang bule sangat expressive sekali dalam mengungkapkan perasaannya. Selain itu, kami juga menyediakan space khusus bagi siswa untuk saling berdiskusi dengan teman-temannya yang lain, baik hal yang berkaitan sama pelajaran maupun hal lainnya.

Ayok kak, biar kerasa Fun Learning-nya, gabung dong sama kami.

Hiking

Batch September memang tukang jalan. Setiap akhir pekan selalu diisi dengan jalan-jalan. Jika dibandingkan dengan batch Agustus, batch ini minim kendaraan bermotor. Sehingga ke mana-mana jalan kaki, euy! Tak apa yang penting jalan. Gassss

Lembah Harau
Rumah adat tradisional Minangkabau Rumah Gadang yang terletak di Objek Wisata Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota

Akhir pekan pertama dihabiskan di Kampung Korea. Jarak antara sekolah ke Kampung Korea memang tidak jauh, sekitar 4.5 km saja. Namun, bisa dipangkas jika tidak keberatan melwati pematang sawah ya.

Pekan kedua dihabiskan di Sarasah Donat dan Sarasah Murai. Terjadi banyak drama dalam perjalanan kali ini. Ada yang takut ketinggian, dan hampir menangis saat turun dari Sarah Donat menggunakan tangga besi miliknya PDAM Harau. Ada yang protes ketika ditinggal karena beberapa orang naik ke hulu air terjun. Dan, pada akhirnya mereka menyetop mobil-mobil yang lewat karena sudah tidak sanggup lagi berjalan kaki dari Sarasah Murai menuju sekolah.

Kapalo Banda
Kapalo Banda terletak di daerah Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota

Weekend ketiga dihabiskan di Kapalo Banda Taram dan Padang Mangateh yang digadang-gadang sebagai New Zealand-nya Ranah Minang. Menurut kami, New Zealand lah yang meniru-niru Padang Mangateh sebab peternakan ini sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Selama di Kapalo Banda, semua keluarga Harau Valley English School mempraktikkan pepatah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Kami berakit-rakit di hulu karena di hilirnya ada tentara yang sedang latihan renang tadi tidak bisa di area tersebut. Soal bersenang-senang harus dimulai dari sekarang dong. Jangan tunggu nanti.

Walaupun selalu jalan-jalan ke banyak tempat, Batch September memang harus selalu belajar dan mempraktikkan hal-hal yang telah dipelajari di kelas. Keberadaan Uda Wail, voluntir kita yang dari Maroko, memaksa mereka untuk selalu berbahasa Inggris. Uda Wail juga harus tahu dong, apa aja yang mereka lakukan dalam kesehariannya selama sebulan di sini. Kalau masih menggunakan bahasa Minang atau Bahasa Indonesia, Uda Wail gak bakal ngerti. Keberadaan voluntir-voluntir dari luar, juga mampu meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat. 

Cultural Night

Cultural Night ini diadakan pada minggu terakhir siswa di Harau Valley English School. Siswa akan menampilkan drama secara berkelompok dan diselingi dengan beberapa tarian. Uniknya, di Harau Valley English School penari dipilih bukan berdasarkan suka rela atau berdasarkan kebolehan siswa melainkan mereka-mereka yang kurang disiplin selama proses pembelajaran.

Cultural Night
Pada malam Cultural Night siswa diwajibkan untuk menampilkan drama, tari pasambahan, dan banyak hal menarik lainnya.

Siswa yang terlambat menghadiri kelas akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup tari, Korean Dance, Indian Dance, Pasambahan Dance, dll. Biasanya mereka ini akan all out, sehingga berhasil brings lots of joy for the audience of Cultural Night.

Trip to Pariaman City

Sebagai batch yang menyandang gelar tukang jalan, Batch September juga pergi melihat arak-arakan Tabuik di Kota Pariaman. Tabuik merupakan festival budaya yang selalu digelar oleh Masyarakat Kota Pariaman guna memberingati wafatnya cucu nabi Muhammad S.A.W. Hasan dan Husain. Festival ini dimulai sejak pagi hari hingga tengah hari. KIta-kita juga mendapat fasilitas VIP selama acara sebab salah satu siswa di batch ini Duta Pariwisata atau Cik Uniang-nya Kota Pariaman.

Festival Tabuik
Festival Tabuik di Kota Pariaman diselenggaran sekali dalam setahun guna memperingati wafatnya cucu nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husain

Tabuik dibuat dari bambu dan dihias dengan berbagai hiasan, salah satunya kain tenun tradisional yang berasal dari Kota Pariaman. Ada dua tabuik yang diarak menuju alun-alun kota dan dibawa oleh puluhan pemuda. Arak-arakan tabuik akan dimulai selesai salat subuh. Setelah sampai di pusat kota, kedua tabuik akan diadu. Penentuan pemenang dilihat dari jumlah kerusakan pada tabuik. Tabuik yang banyak kehilangan hiasan dan anggota tubuhnya akan jatuh dan dinobatkan sebagai yang kalah.

Hal unik lainnya dari festival ini adalah, masyarakat akan berebutan untuk mengumpulkan sisa-sisa hiasan dan anggota tubuh tabuik yang berserakan pasca adu kekuatan. Bagian tubuh tabuik ini dipercaya dapat memberikan keberuntungan kepada seseorang jika dipajang sebagai hiasan rumah. Konon katanya dapat mendatangkan rejeki dan kerukunan kepada seluruh penghuni rumah.

Kedua Tabuik akan diadu kekuatannya setelah sampai di pusat kota.

Tak ubahnya dengan festival lain, banyak pedagang lokal yang membuka lapaknya. Makanan yang paling digemari oleh banyak siswa di Batch September adalah Jasuke atau Jagung Susu Keju. Namun, voluntir kita Uda Wail sama sekali tidak menyukainya. Menurutnya, Jasuke adalah salah satu makanan yang paling aneh di dunia. Ia semakin heran ketika ada Jasuke yang ditambah coklat sebagai toping.

“Makanan aneh jenis apa, ini?” ujarnya.

Enak bukan, belajar di Lembah Harau salah satu lembah terindah di dunia.

Bagaimana? Tertarik untuk bergabung dengan Harau Valley English School? Feel free atau boleh banget loh! Terbuka untuk umum, usia berapa aja dan kuota terbatas untuk 20 orang setiap periodenya!

Kelas Berikutnya: 18 Maret, 1 April, 15 April, 29 April, & 13 Mei


Daftar Sekarang!


Home » Blog » Cerita September 2018: Jagung, Susu dan Keju

Kampung Inggris Sumatera Kampung Inggris Sumatra Kampung Inggris Kampung Inggris Aceh Kampung Inggris Medan Kampung Inggris Sumatera Utara Kampung Inggris Padang Kampung Inggris Sumatera Barat Kampung Inggris Pekanbaru Kampung Inggris Riau Kampung Inggris Batam Kampung Inggris Kepulauan Riau Kampung Inggris Jambi Kampung Inggris Bengkulu Kampung Inggris Palembang Kampung Inggris Sumatera Selatan Kampung Inggris Lampung Kampung Inggris Harau Kampung Inggris Padang Panjang Kampung Inggris Batusangkar Kampung Inggris Sungkai Kampung Inggris Payakumbuh Kampu…

Kategori: Experience

1 Komentar

Highly Recommended English School in West Sumatra – Amelia Ramadhani · 15 Maret 2019 pada 5:20 pm

[…] day I love the most is weekend. As the best Tutor, Andri takes us everywhere. We do hiking, climbing, canoeing (Hahahah it is not canoeing by the way, we were taking rafting). Andri knows what the student […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *